Keutamaan Seorang Pengajar Dan Penuntut Ilmu Dimuka Bumi Ini
*MUTIARA NASIHAT*
*Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadisnya*:
أَلاَ إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلاَّ ذِكْرَ اللَّهِ وَمَا وَالاَهُ وَعَالِمًا أَوْ مُتَعَلِّمًا
*Ketahuilah sesungguhnya dunia itu dilaknat dan dilaknat pula apa yang ada di dalamnya kecuali dzikir kepada Allah dan ketaatan kepadaNya, demikian pula orang berilmu dan orang yang mempelajari ilmu*." [HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah, hasan]
Hadis di atas menyebutkan tentang keutamaan ilmu syar’i, orang-orang yang berilmu, dan orang-orang yang menuntutnya. Dalam proses menuntut ilmu syar’i, manusia terbagi menjadi dua, yaitu orang yang ‘alim sebagai pengajar dan orang yang menuntutnya (pelajar). Keduanya berada di atas jalan yang lurus dan selamat (dari laknat). [Lihat Bahjatun Nazhirin (I/542-543) dan Syarah Riyadhush Shalihin Terjemah (II/307)]
*Alhamdulillah… maka berbahagialah kita yang masih bisa semangat dalam belajar karena sebagaimana dalam hadits di atas bahwa orang yang berilmu dan orang yang mempelajari ilmu syari' dikecualikan dari laknat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jangan futur dalam belajar dan tetap semangat walaupun banyak halangan dan rintangan yang silih berganti menghadang*.
Kepada Allah Ta'ala kita memohon agar senantiasa diberikan hidayah taufiq untuk selalu dimudahkan dalam mempelajari ilmu syar'i.
*Semoga nasihat singkat ini bisa bermanfaat bagi kita semua khususnya saya pribadi. Allahumma Aamiin 🤲🏻.

Komentar