Bagaimana Islam Mengajarkan Menjaga Perasaan Orang Lain? Ini Jawaban-Nya
*MENJAGA PERASAAN ORANG LAIN* Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda, إِذَا كُنْتُمْ ثَلَاثَةً فَلَا يَتَنَاجَى رَجُلَانِ دُونَ الْآخَرِ حَتَّى تَخْتَلِطُوا بِالنَّاسِ أَجْلَ أَنْ يُحْزِنَهُ “Jika kalian bertiga maka janganlah dua orang berbicara/berbisik bisik berduaan sementara yang ketiga tidak diajak, sampai kalian bercampur dengan manusia. Karena hal ini bisa membuat orang yang ketiga tadi bersedih” (HR. Bukhori no. 6290 dan Muslim no. 2184). Islam menuntunkan kepada umatnya agar menjaga perasaan orang lain. Ajaran Islam menawarkan kebahagiaan dunia sekaligus akhirat. Allah senang melihat tanda-tanda bahagia, itu tampak dalam diri kita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِنَّ اللَّهَ يُحِبَّ أَنْ يُرَى أَثَرُ نِعْمَتِهِ عَلَى عَبْدِهِ Sesungguhnya Allah senang melihat bekas nikmat-Nya pada seorang hamba” (HR. Tirmidzi dan An Nasai). Maka betapa indahnya Islam, agama yang mencintai kebahagiaan pada dirimu, dan mengenyahkanmu dari duka...