Postingan

Yayasan Al-Husna

Makruh Minum dengan Berdiri

Gambar
Makruh Minum dengan  Berdiri* عن أبى هريرةُ رضي اللّه تعالى عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه و سلم: لَا يَشْرَبَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ قَائِمًا (أخرجه مسلم) Dari Abū Hurairah radhiyallāhu Ta’āla ‘anhu, beliau berkata: Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Janganlah sekali-kali seorang dari kalian minum dalam kondisi berdiri”. [HR Imam Muslim]  Pelajaran yang terdapat di dalam hadist: 1- Perlu diketahui bahwa minum sambil duduk tetap diperintahkan karena mengingat adanya larangan minum sambil berdiri. 2- Sedangkan hadits lain menyebutkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam minum air zam-zam sambil berdiri. Ibnu ‘Abbas radhiyallahu anhuma berkata, سَقَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ زَمْزَمَ فَشَرِبَ قَائِمًا “Aku memberi minum kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari air zam-zam, lalu beliau minum sambil berdiri” [HR. Bukhari no. 1637 dan Muslim no. 2027] Mayoritas ulama menganggap bahwa hadits terakhir di atas menunjukkan bo...

HIASI DIRI DENGAN SIFAT LEMAH LEMBUT

Gambar
KHUTBAH JUM'AT HIASI DIRI DENGAN SIFAT LEMAH LEMBUT  Oleh : Muchyidin Zainudin السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَركَاتُهُ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ وَفَّقَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِفَضْلِهِ وَكَرَمِهِ، وَخَذَلَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِمَشِيْئَتِهِ وَعَدْلِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَلَا شَبِيْهَ وَلَا مِثْلَ وَلَا نِدَّ لَهُ، وَلَا حَدَّ وَلَا جُثَّةَ وَلَا أَعْضَاءَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا وَعَظِيْمَنَا وَقَائِدَنَا وَقُرَّةَ أَعْيُنِنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، وَصَفِيُّهُ وَحَبِيْبُهُ. اَللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَّالَاهُ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ. أَمَّا بَعْدُ، Ma'asyiral muslimin rahimakumullah  Marilah kita semua bertaqwa kepada Allah  Subhanahu wa Ta'ala dengan sebenar-benar taqwa yaitu taqwa dalam arti menjalankan...

Tiga Amalan yang Bisa Menghapus Kesalahan dan Mengangkat Derajat

Gambar
Tiga Amalan yang Bisa Menghapus Kesalahan dan Mengangkat Derajat* عن أبي هريرة رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم: ((ألا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللهُ بِهِ الخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ؟)) قَالُوا: بَلَى، يَا رسولَ اللهِ، قَالَ: ((إِسْبَاغُ الوُضُوءِ عَلَى المَكَارِهِ، وَكَثْرَةُ الخُطَا إِلَى المَسَاجِدِ، وَانْتِظَارُ الصَّلاةِ بَعْدَ الصَّلاةِ فَذلِكُمُ الرِّبَاطُ)). رواه مسلم.  Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sukakah engkau semua saya tunjukkan pada sesuatu amalan yang dengannya itu Allah akan menghapuskan segala macam kesalahan serta mengangkat pula dengannya tadi sampai beberapa darjat?" Para sahabat menjawab; "Baik, ya Rasulullah." Beliau s.a.w. bersabda: "Yaitu menyempurnakan wudhu' sekalipun menghadapi kesukaran-kesukaran banyaknya, melangkahkan kaki untuk pergi ke masjid serta menantikan shalat setelah selesai shalat yang satunya. Yang sedemikian itulah yang dinamakan ribat (...

Konsekuensi Mengajak Kearah Hidayah Atau Kearah Kesesatan

Gambar
*Konsekuensi Mengajak Kearah Hidayah Atau Kearah Kesesatan * عن أَبي هريرة رضي الله عنه: أنَّ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم، قَالَ: ((مَنْ دَعَا إِلَى هُدَىً، كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أجُورِ مَنْ تَبِعَه، لاَ يَنْقُصُ ذلِكَ مِنْ أجُورِهمْ شَيئًا، وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ، كَانَ عَلَيهِ مِنَ الإثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ، لا يَنْقُصُ ذلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيئًا)). رواه مسلم.  Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang mengajak ke arah kebaikan, maka ia memperolehi pahala sebagaimana pahala-pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa dikurangi sedikitpun dan dari pahala-pahala mereka yang mencontohinya itu, sedang barangsiapa yang mengajak ke arah keburukan, maka ia memperolehi dosa sebagaimana dosa-dosa orang-orang yang mengikutinya, tanpa dikurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka yang mencontohnya itu." (Riwayat Muslim) Pelajaran yang terdapat di dalam hadist: 1- Anjuran untuk berdakwah yaitu mengajak manusia kepada pe...

SUJUD SEBAGAI TANDA SYUKUR

Gambar
*SUJUD SEBAGAI TANDA SYUKUR* Dari ‘Abdurrahman bin ‘Auf, ia berkata, Nabi _shallallahu ‘alaihi wa sallam_ pernah sujud yang panjang, kemudian beliau mengangkat kepalanya, lantas beliau bersabda: إِنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ أَتَانِى فَبَشَّرَنِى فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ مَنْ صَلَّى عَلَيْكَ صَلَّيْتُ عَلَيْهِ وَمَنْ سَلَّمَ عَلَيْكَ سَلَّمْتُ عَلَيْهِ فَسَجَدْتُ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ شُكْراً “Sesungguhnya Jibril ‘alaihis salam baru saja mendatangiku lalu memberi kabar gembira padaku, Jibril berkata, “Allah berfirman: ‘Siapa yang bershalawat untukmu, maka Aku akan memberikan shalawat (ampunan) untuknya. Siapa yang memberikan salam kepadamu, maka Aku akan mengucapkan salam untuknya’. Ketika itu, aku lantas sujud kepada Allah sebagai tanda syukur.” (HR. Ahmad, 1:191 dan Al-Hakim, 1:735).

LARANGAN BERJALAN DENGAN SATU SANDAL

Gambar
LARANGAN BERJALAN DENGAN SATU SANDAL Dari Abu  Hurairah _radiyallahu’anhu_ ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ‏ ﷺ « لَا يَمْشِ أَحَدُكُمْ فِي نَعْلٍ وَاحِدَةٍ, وَلْيُنْعِلْهُمَا جَمِيعًا, أَوْ لِيَخْلَعْهُمَا جَمِيعًا » مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ. “Janganlah seseorang diantara kalian berjalan hanya dengan memakai satu sandal saja, hendaklah dia memakai sepasang atau melepas keduanya”. (HR.Bukhari no. 5855 & Muslim no.2097).

Adab Memakai Sandal

Gambar
ADAB MEMAKAI SANDAL Dari Abu Hurairah _radiyallahu’anhu_ ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ‏ ﷺ « إِذَا انْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَليَبْدَأْ بِالْيَمِينِ, وَإِذَا نَزَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالشِّمَالِ, وَلْتَكُنْ اَلْيُمْنَى أَوَّلَهُمَا تُنْعَلُ, وَآخِرَهُمَا تُنْزَعُ » مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ. “Jika salah seorang diantara kalian memakai sandal hendaklah memulai dari yang kanan, dan apabila hendak melepaskannya, maka hendaklah melepas yang kiri dulu, dan jadikanlah kaki kanan, yang pertama ketika memakai sandal, dan yang terakhir ketika melepas sandal”. (HR. al Bukhari no. 5856 dan Muslim no. 2097).