CIRI-CIRI SUAMI CALON PENGHUNI SURGA
CIRI-CIRI SUAMI CALON PENGHUNI SURGA
Setiap pasangan mendambakan kehidupan yang enak di dunia dan kekal di akherat. Jika perlu, bereuni di Surga bersama keluarga besar kita. Ibnu Taymiyyah berkata, “Sesungguhnya di dunia ini terdapat Surga, barangsiapa yang tidak memasukinya, maka ia tidak akan memasuki Surga akhirat"*
*Allah Subhanahu Wata’ala berfirman dalam Al-Quran Surat Yasin:*
“Sesungguhnya penghuni Surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan.Di Surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta.(Kepada mereka dikatakan): “Salam”, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.”(QS Yasin:55-58)_*
*Para suami, sebagai kepala keluarga, bisa memboyong anak dan istrinya menuju Surga. Tapi ada syaratnya. Inilah ini ciri-ciri suami yang bisa mengajak istri, anak dan keluarga untuk berkumpul kembali di Surga.*
*1. Beriman pada Allah*
Suami calon penghuni Surga yang selalu berusaha mengajak keluarganya menjadi lebih baik dalam hal apapun. Ia mendidik dan membimbing anak dan istrinya kepada keimanan, bukan jalan kesesatan. Ia juga suami yang senantiasa menjaga anak dan istrinya dari fitnah dunia dan fitnah zaman, menjaga aurat istri dan putra/putrinya, tidak membiarkan keluarganya masuk dalam pergaulan bebas dan melanggar syariat Islam.*
”Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari (siksa) api Neraka…” (QS: At-Tahrim 6)_*
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (QS: An-Nisaa’: 34)._*
“Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam al-Qur’an. Sesungguhnya dia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi. Dan dia (selalu) memerintahkan kepada keluarganya untuk (menunaikan) shalat dan (membayar) zakat, dan dia adalah seorang yang di ridhoi di sisi Allah.” (QS: Maryam: 54-55)._*
*2. Beramal Shaleh*
“Siapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dan dia beriman (kepada Allah dan Rasulnya), maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS: An-Nahl :97)._*
*3. Suami yang Berbakti pada Orang Tua (tanpa meninggalkan keluarga)*
”Orangtua adalah pintu Surga yang paling tengah, apabila kau mau maka jangan sia-siakanlah pintu tersebut atau peliharalah.” (HR. Tirmidzi)._*
“Beribadahlah kepada Allâh dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak.” [QS: An-Nisa’/4:36]_*
*4. Beraklak Mulia dan Berbuat Baik pada Istri dan Keluarganya*
*Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda yang artinya :*
“Sebaik-baik kalian adalah yang berbuat baik kepada keluarganya. Sedangkan aku adalah orang yang paling berbuat baik pada keluargaku.” (HR. At-Tirmidzi)_*
*Suami calon penghuni Surga, ia seorang memiliki akhlak mulia. Terutama pada keluarganya. Inilah 5 hal perbuatan mulia para suami yang insyaAllah dijamin Surga;*
*1. Mua’syaroh bil ma’ruf (mempergauli dengan ma’ruf)*
*Mari kita mencontoh dari seorang lelaki, suami, dan ayah terbaik yang memperlakukan wanita dengan sikap terbaik. Rasulullah SAW senantiasa memberikan wasiat agar berbuat baik kepada kaum wanita. Lelaki hendaknya berlemah lembut serta berbuat baik kepada wanita sebab kondisi mereka. Terlebih lagi, seorang suami tak bisa lepas dari peran istri. Seorang yang bisa mengurus semua kebutuhan sang lelaki.*
*Allah SWT berfirman:*
*_"Dan bergaullah dengan mereka secara patut (dengan cara yang baik)... " (QS an-Nisaa: :19)_*
*_📌Rasulullah ﷺ mengatakan: "Sebaik-baik kalian adalah yang berbuat baik kepada keluarganya. Sedangkan aku adalah orang yang paling berbuat baik pada keluargaku.” (HR at Tirmidzi dan Ibnu Hibban)_*
*2.👉Berwasiat yang baik kepada Istri*
*Kebanyakaan para istri mengedapankan emosi. Tetapi para suami, tetap diwajibkan berkata dan berkomunikasi yang baik kepada pra istrinya.*
*Para ulama menafsirkan; Berilah pesan yang baik pada istrimu, terakhir laksanakan pesan Nabi ﷺ agar para suami bisa bersikap ma’ruf pada istri.*
*3. Melihat kebaikan, Bukan Kekurangannya*
*Di dunia ini tidak ada yang sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT.*
*Janganlah para lelaki membenci semua yang ada pada wanita sebab pada kelemahan yang ada padanya. Bisa jadi seorang wanita memiliki kekurangan. Amat mungkin banyak kekurangan. Namun, di balik kekurangan, pastilah terdapat kelebihannya. Mari, sekali lagi kita simak anjuran Nabi SAW. "Janganlah seorang mukmin laki-laki memarahi seorang mukminat. Karena itu Nabi ﷺ berpesan:;*
“Janganlah seorang suami memarahi Istri, jika tidak senang perangai istri, lihatlah kebaikan/kelebihannya yang lain.”(HR Muslim)_*
*Banyak suami kurang suka istri cerewet, tetapi banyak kelebihan dan cerewetnya istri Sholihah justru melahirkan anak-anak sholeh dan sholihah.*
*3. Penuhi Hak-hak & Kebutuhan sehari-hari*
Mu’awiyah bin Haidah bertanya Wahai Rasulullah, apakah hak istri salah seorang dari kami terhadap suaminya?” Rasulullah menjawab: “Engkau beri makan istrimu bila engkau makan, dan engkau beri pakaian bila engkau berpakaian. Jangan engkau pukul wajahnya, jangan engkau jelekkan[1], dan jangan engkau boikot kecuali di dalam rumah.” (HR. Abu Dawud)._*
*4. Selalu Berupaya Berbuat Baik pada istri*
“Paling sempurnanya orang-orang beriman, yakni orang yang baik akhlaknya. Dan seabaik-baik kalian adalah orang yang paling baik pada istrinya.” (HR: At Tirmidzi)._*
*Dalam Kitab Raudhatul Muttaqin, Syeikh Hasan Al Basri mengatakan hakikat ahsanul khuluq adalah, betul-betul mencurahkan kebaikannya (menguras kebaikan) pada istrinya. Dan tidak pernah menyakiti istri baik melalui ucapan, muka atau dengan gerak-geriknya.*
*5. Tidak Pelit dan Memberi Belanja Terbaik pada Istri dan Keluarga*
Dari Abu Hurairah ia berkata; Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda: “Dinar (harta) yang kamu belanjakan di jalan Allah dan dinar (harta) yang kamu berikan kepada seorang budak wanita, dan dinar yang kamu sedekahkan kepada orang miskin serta dinar yang kamu nafkahkan kepada keluargamu. Maka yang paling besar ganjaran pahalanya adalah yang kamu nafkahkan kepada keluargamu.” (HR Muslim)._*
“Dinar yang paling utama yang dibelanjakan oleh seseorang adalah dinar yang dinafkahkan untuk keluarganya, dan dinar yang dibelanjakan oleh seseorang untuk tunggangannya dalam jihad di jalan Allah ‘azza wa jalla dan dinar yang diinfakkan oleh seseorang untuk teman-temannya di jalan Allah subhanahu wa ta’ala.” (HR. Muslim)._*
“Seseorang dianggap melakukan dosa, jika dia menyia-nyiakan orang yang orang yang wajib dia nafkahi (anak/istri).” (HR. Ahmad)_*
*Semoga menjadi bahan renungan kita semua,dan kita semua bisa dikumpulkan bersama keluarga tercinta di Surganya Allah,Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin*

Komentar